Apa Itu Kredit Usaha ?

Apa Itu Kredit Usaha ?

Seputarliputan.com – Hallo guys bertemu lagi bersama admin yang kini akan memberikan informasi mengenai Apa Itu Kredit Usaha ?.

Pada umumnya, “kredit” banyak dikenal sebagai pinjaman dari bank atau lembaga keuangan serupa untuk dikembalikan lagi beserta bunganya dalam jangka waktu yang ditentukan.

Tetapi, tahukah Anda bahwa kredit itu ada bermacam-macam jenisnya? Berdasarkan kegunaannya, ada jenis kredit konsumsi dan kredit usaha.

Masing-masing memiliki karakteristik berbeda-beda dalam hal kondisi yang dipersyaratkan untuk penyalurannya.

Kredit Usaha

Apa Itu Kredit Usaha ?

Jika kredit konsumsi merupakan pinjaman bagi individual yang biasanya ditujukan untuk pembelian barang atau jasa bersifat konsumtif.

Maka kredit usaha membidik perusahaan atau bisnis tertentu, dimana pengusaha atau enterpreneur-nya membutuhkan dana segar untuk mengembangkan bisnis (ekspansi) ataupun operasional perusahaan.

Berdasarkan penggunaan dana pinjaman, kredit usaha ini bisa berbentuk Kredit Modal Kerja atau Kredit Investasi.

Kredit Modal Kerja ditujukan guna meningkatkan produksi dalam operasional bisnis, sedangkan Kredit Investasi lebih diarahkan untuk pengadaan barang modal jangka panjang dalam ekspansi tersebut.

Kredit Usaha lebih beragam daripada kredit konsumsi dalam hal besar pinjaman dan lama cicilan. Besaran pinjaman bisa sekecil 5 juta Rupiah.

Dengan besar maksimal tergantung kemampuan masing-masing bank. Biasanya, nasabah mengajukan permohonan kredit sesuai dengan skala usahanya, dan kemudian bank akan menentukan apakah akan masuk golongan mikro, ritel, atau korporasi.

Kredit mikro umumnya diambil oleh mereka yang membutuhkan modal kecil seperti petani dan pedagang pasar.

Kredit ritel setingkat di atas kredit mikro, dan umumnya diambil oleh pengusaha UMKM. Sedangkan kredit korporasi diperuntukkan bagi perusahaan berskala besar.

Bunga untuk masing-masing kelompok berbeda tergantung kebijakan bank, demikian pula mengenai persyaratan agunan yang dibutuhkan sebagai penjamin pinjaman.

Dalam penelaahan kelayakan suatu perusahaan untuk mendapatkan kredit usaha, bank akan memeriksa kondisi perusahaan dan operasional, termasuk prospeknya. Kembali, hal ini tergantung pada kebijakan bank.

Pertimbangan masing-masing bank dalam memberikan kredit nantinya akan bergantung pada penilaian yang akan sulit diprediksi oleh orang luar.

Tetapi jika sebuah usaha pernah menerima kredit dari suatu bank dan ternyata bisa lancar membayar cicilan, maka kemungkinannya untuk mendapatkan kredit lagi di kemudian hari cukup tinggi.

Sebaliknya, perusahaan yang tengah bermasalah dengan sendirinya akan kesulitan menemukan bank yang bersedia memberikan pinjaman.

Apabila terjadi kesulitan dalam pembayaran cicilan kredit usaha seperti kredit bermasalah atau kredit macet, maka bisa dilakukan negosiasi untuk penjadwalan ulang pembayaran utang (rescheduling) ataupun restrukturisasi utang.

Alternatif terakhir yang bisa ditempuh adalah likuidasi aset perusahaan guna membayar kewajiban-kewajibannya, termasuk kredit usaha ini.

Yang perlu diperhatikan disini adalah, setiap nasabah yang meminjam dana dari bank hendaknya tidak menggunakan dana pinjaman untuk sesuatu yang di luar kepentingan awalnya.

Menggunakan dana dari kredit usaha untuk membeli barang konsumtif atau memenuhi kebutuhan pribadi dadakan berpotensi membuat Anda kesulitan membayar cicilan di kemudian hari.

Sudah banyak orang yang mengalami hal ini, khususnya para petani dan pedagang, dimana dana pinjaman untuk usaha malah dipakai untuk keperluan lain yang kadang tidak terlalu urgen.

Memegang uang dalam jumlah besar memang menimbulkan godaan kuat, tetapi jika berhasil menahan diri untuk menggunakan dana sesuai dengan tujuan semestinya, maka di masa depan buahnya akan lebih manis.

You May Also Like

About the Author: Roberto

Leave a Reply

Your email address will not be published.