Mengenal Apa Itu Saham Dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?

Mengenal Apa Itu Saham Dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?

Seputarliputan.com – Dalam dua tahun terakhir, Anda mungkin sering mendengar istilah Tabungan Saham yang sedang digalakkan oleh pemerintah.

Atau bahkan Anda sudah langsung diajak untuk mengikutinya dengan iming-iming keuntungan berlipat.

Namun, apakah Anda sudah mengetahui apa itu saham dan bagaimana cara mendapatkannya agar bisa mendapatkan keuntungan tersebut?

Simak artikel ini untuk ulasan lengkapnya. Jangan khawatir, tidak ada istilah yang aneh atau rumit, karena pada dasarnya investasi saham sangat mudah dipahami.

Memahami Saham

Saham adalah surat berharga yang menunjukkan kepemilikan suatu perusahaan. Karena merupakan bukti kepemilikan, maka saham tersebut dapat dialihkan melalui transaksi jual beli.

Sehingga pemilik dapat memperoleh keuntungan dari selisih harga jual dan harga beli (Capital Gain). Selain itu, pemegang saham juga bisa mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan,

berdasarkan proporsi jumlah saham yang dimiliki dibandingkan dengan jumlah seluruh saham yang beredar. Keuntungan perusahaan ini disebut

“dividen” dan biasanya dibagikan setiap tahun oleh perusahaan penerbit. Perusahaan yang mengeluarkan saham adalah perusahaan berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT).

Namun, tidak semua Perseroan Terbatas memiliki saham yang dapat diperdagangkan secara bebas di bursa.

Perseroan terbatas yang membutuhkan suntikan dana segar harus melalui proses Initial Public Offering (IPO) agar dapat tercatat di bursa.

Cara Mendapatkan Saham

Calon investor bisa mendapatkan saham dengan berbagai cara. Di antara alternatif ini, tiga cara paling populer untuk memperoleh saham adalah:

Pembagian saham kepada karyawan.

Sejumlah perusahaan berupaya meningkatkan loyalitas karyawannya dengan membagikan saham sebagai bonus atau tunjangan. Selama saham masih dimiliki, karyawan berhak menerima dividen.

Namun, biasanya karyawan yang memperoleh saham dengan cara ini tidak dapat dengan bebas menjual kembali saham yang dimilikinya,

karena mungkin ada aturan bahwa saham hanya bisa dijual kembali ke perusahaan.

Pembelian saham selama periode book-building (sebelum IPO)

Pada periode menjelang IPO, perusahaan yang akan tercatat di bursa bekerja sama dengan perusahaan efek (broker/broker saham) untuk mendistribusikan prospektus.

Prospektus ini memuat ringkasan laporan keuangan terkini perusahaan, rincian bidang usaha, berapa jumlah saham yang dikantongi oleh pemegang saham utama dan berapa yang dilepas ke bursa, serta berbagai informasi penting lainnya.

Jika Anda telah membaca prospektus dan berpikir bahwa perusahaan ini memiliki potensi yang baik untuk terus berkembang di masa depan, maka Anda dapat memesan dengan broker.

Caranya adalah dengan membuka rekening efek di broker yang bersangkutan, kemudian setelah pendaftaran selesai, sampaikan keinginan Anda untuk memesan saham yang akan IPO dan mengirimkan dana dalam jumlah yang sesuai.

Membeli dan menjual saham di bursa efek.

Mirip dengan nomor dua, untuk dapat memperdagangkan saham di bursa, Anda harus terlebih dahulu membuka rekening efek di perusahaan efek (broker/broker saham).

Bedanya, periode book-building sangat terbatas (rata-rata antara 1-4 minggu), sedangkan jual beli saham di bursa bisa dilakukan kapan saja selama jam kerja bursa.

Pembelian selama periode book-building hanya dapat dilakukan dengan memesan melalui broker. Namun, jika Anda ingin memperoleh saham yang sudah ada di bursa,

maka anda bisa melakukan transaksi sendiri di platform trading yang digunakan secara online, tidak harus dilakukan dengan perantara broker.

Jadi, cara alternatif untuk mendapatkan saham apa yang Anda ambil? Jika Anda bukan karyawan perusahaan terdaftar,

maka alternatif pertama jelas tidak bisa diambil. Jadi, Anda hanya bisa berinvestasi saham dengan membeli saat book-building atau setelah saham diperdagangkan secara bebas di bursa.

Terlepas dari apakah Anda akan membeli saham yang baru saja IPO atau sudah resmi tercatat di bursa, satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah Anda harus terlebih dahulu menganalisis kinerja perusahaan.

Jangan sampai Anda “membeli kucing dalam karung” alias tidak mengetahui kondisi bisnis perusahaan yang sahamnya Anda beli.

Keuntungan dari investasi saham dapat diperoleh jika harga saham perusahaan meningkat (Capital Gain) atau jika perusahaan membagikan deviden yang besar.

Dan kedua kondisi ini hanya akan tercapai jika kinerja perusahaan terus membaik di masa mendatang.

Di sisi lain, jika perusahaan ternyata stagnan atau bahkan kolaps karena menanggung utang yang terlalu besar, maka bukan tidak mungkin investasi Anda juga akan hangus.

Untuk menghindari kondisi seperti itu, penting bagi Anda untuk mengetahui saham mana yang memiliki potensi kerugian paling besar.

You May Also Like

About the Author: Roberto

Leave a Reply

Your email address will not be published.